Connect with us

NTT

ETMC Dinilai Gagal, Polda Diminta Usut Pelanggaran Perijinan

SEVENSPORTAINMEMT – Kemegahan Stadion Marilongan dan kemeriahan pembukaan Liga 3 El Tari Memorial Cup (ETMC) di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak otomatis membuat penyelenggaraan even tertua di NTT dinilai sukses.
Akibat laga final antara tuan rumah Perse Ende dan PSN Ngada yang berakhir ricuh, dan membuat laga final tidak digelar hingga tuntas, membuat komisi V DPRD NTT menilai penyelenggaraan tersebut gagal
Bahkan dalam salah satu rekomendasinya Komisi V meminta Polda mengusut siapa yang bertanggungjawab memberikan jaminan keamanan saat laga final, padahal Kapolres sudah menyarankan agar pertandingan ditunda jika kondisi tidak memungkinkan.
Hal ini terungkap dalam rapat sengar pendapat komisi v DPRD NTT dengan Asprov PSSI NTT, KONI NTT, POLDA NTT DAN Dispora NTT, Rabu (16/8/17).
Versi Asprov yang disampaikan Lambert Tukan selaku Sekum Asprov PSSI NTT, Kapolres Ende, Dandim, Bupati Ende dan Ngada memberikan jaminan keamanan sehingga laga tetap didigelar.
Sementara versi Polda yag dipaparkan Karo Ops Polda NTT, Kombes pol. Drs. Rudi Kristantyo, sebelum laga final, Kapolres Ende sempat menyarankan agar laga di tunda jika tidak memungkinkan.
Pasalnya, jumlah penonton yang masuk stadion mencapai 15 ribu orang, sedangkan kapasitas stadion Marilonga hanya 6 ribu sehingga penonton berjubel hingga pinggir garis lapangan.
Sesuai standar pengamanan pertandingan sepak bola, penonton tidak di perbolehkan berada hingga garis lapangan.
“Kita minta Polda mengusut, siapa yang memberikan jaminan, apalagi ijin dikeluarkan Polda sehingga jika ada pelanggaran bisa ditindaklanjuti,” kata ketua komisi V Jimmi Sianto ketika membacakan rekomendasi komisi V.
Komisi V juga meminta agar pelaksanaan ETMC berikutnya di pertimbangkan kembali jika ingin di gelar di kabupaten, bukan menyangkut lapangannya yangbharus baru tetapi menyangkut sumber daya manusianya juga.
Asprov PSSI juga diminta tidak lepas tangan, dan melakukan evaluasi. “jika ada pelanggaran regulasi, maka harus ada sanksi yang diberikan. Demikian juga soal pembiayaan wasit harus menjadi tanggungjawab Asprov, sehingga wasit bisa bersikap netral,” kata Jimmi.
Komisi V juga meminta agar pelaksanaan ETMC tidak dicederai dengan politisasi olahraga yang akibatnya hanya menurunkan semangat profesional dan fair play.(au) over the counter same as spironolactone suhagra 100mg reviews

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in NTT