Connect with us

NTT

Komisi V Minta Klarifikasi Asprov PSSI Soal Kisruh Liga 3 ETMC 2017

online pharmacy shipping to xanada douleur regle SEVENSPORTAINMENT-Kisruh yang terjadi pada laga final Liga 3 El Tari Memorial Cup XXVIII antara tuan rumah Perse Ende versus PSN Ngada di Stadion Marilonga, Kabupaten Ende, 9 Agustus 2017 rupanya mendapat perhatian serius dari Komisi V DPRD NTT yang membidangi olahraga.
Simpang siurnya pemberitaan seputar penyebab kisruh yang mengakibatkan laga tersebut harus dihentikan di menit ke-59 membuat Komisi V memutuskan untuk menggelar rapat dengar pendapat dengan Asprov PSSI sebagai penanggungjawab even tersebut, Rabu (16/8/17) pukul 10.00 Wita di ruang rapat Komisi V.
“Besok (hari ini, red) kita akan rapat dengan Asprov PSSI, meminta klarifikasi mereka tentang kejadian sebenarnya,” kata ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto kepada Sevensportainment.
Komisi V kata Jimmi, akan meminta klarifikasi lengkap, sehingga bisa mendapat kejelasan mengenai penyebab kisruh tersebut, sehingga laga final tidak tuntas digelar.
Selain Asprov PSSI NTT lanjutnya, komisi V juga mengundang KONI NTT, Dispora NTT dan juga Polda NTT untuk dimintai penjelasannya.
“Rapat ini penting untuk mendapatkan informasi yang jelas dan akurat, karena informasi atau berita yang beredar selama ini dengan berbagai versi, yang memiliki dampak yang kurang bagus bagi pembinaan olahraga di NTT. Khusunya dalam pembinaan sepak bola,” jelasnya.
Selain itu, kisruh yang terjadi dan simpang siurnya berita yag beredar, juga dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat, terutama dua kabupaten yang saling berhadapan di final.
“Sepak bola adalah olahraga yang paling di gemari masyarakat, dan harusnya sepak bola menjadi olahraga yang persatukan masyarakat, dan bukan menimbulkan perpecahan,”ujarnya.
Untuk di ketahui, laga final Liga 3 seri provinsi NTT yang dilangsungkan di stadion Marilonga hanya berlangsung selama 59 menit. Saat pertandingan dihentikan tuan rumah Perse Ende sementara memimpin1-0.
Pertandingan terpaksa dihentikan, karena penonton yang berjubel hingga pinggir garis lapangan, menyerbu masuk lapangan setelah insiden yang melibatkan pemain Perse Ende dan PSN Ngada.
Setelah aparat keamanan berhasil mensterilkan lapangan dan pertandingan siap dilanjutkan, pemain PSN Ngada menolak melanjutkan pertandingan dengan alasan keamanan. Hingga batas waktu yang di berikan, PSN tak juga kembali ke lapangan, akhirnya Perse Ende ditetapkan sebagai juara, dan di beri tambahan tiga gol, sehingga laga dimenangkan Perse Ende dengan skor 4-0.
PSN Ngada sendiri telah membawa persoalan ini ke PSSI pusat dan meminta PSSI pusat menurunkan Komisi Disiplin untuk melakukan invsetigasi.(au)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in NTT